Menapaki Jejak Masjid di Kabupaten Sampang Jawa Timur

Menapaki Jejak Masjid di Kabupaten Sampang Jawa Timur

Menapaki Jejak Masjid di Kabupaten Sampang Jawa Timur

Menapaki Jejak Masjid di Kabupaten Sampang Jawa Timur

Merasakan sakit pada kaki memang seperti sebuah musibah bagi Roni yang setiap harinya bekerja sebagai pekerja bangunan ini. karena dengan kakinya yang sakit otomatis dia tidak bisa bekerja secara maksimal sedangkan kondisinya yang mengharuskan menggunakan sepatu membuat kakinya semakin sakit, ya memang dia sedang menderita cantengan pada jempol kaki kirinya yang memang setiap waktu sering sekali sakit apa bila kukunya sudah tumbuh. Padahal, saat ini Roni sedang mengerjakan bangunan Masjid yang padahal sangat sayang jika dia harus tinggalkan pekerjaan ini. gajinya yang cukup besar dari pembangunan ini serta akan mendapatkan fee rasanya sayang harus ditinggalkan oleh Roni. Meski dalam keadaan sakit cantengan, Roni tetap memaksa dirinya untuk bekerja dengan pekerjaan selanjutnya adalah membangun Masjid ini dimana di target harus selesai dalam waktu 1 bulan kedepan. Aneh rasanya membuat diri sendiri pesakitan menahan sakit cantengan, yang memang hampir semua orang pernah merasakan sakit ini.

Roni adalah seorang ayah yang memiliki anak laki laki bernama Doni sukanya bermain kelereng dengan teman sekampungnya tanpa pernah ingat mau ngapain saja setiap hari. Doni ini memang cukup membandel anaknya sukanya bermain dan bermain terus, tanpa memiliki keinginan apapun. Padahal hari itu dia seharusnya ikut ayahnya membangun Masjid  tapi karena sifatnya enggan malas dan sebagainya membuat dia tidak mau melakukan apapun untuk membantu orang tuanya. Beda Doni beda Lisa anak kedua Roni yang memang penurut, dia sangat suka bermain tapi juga suka sekalo membantu orang tuanya mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri, mandi, cuci baju, cuci piring setiap harinmya tidak pernah dia tinggalkan. Dia juga disuruh Surti ibu dan juga istri Roni untuk memanggil ayahnya yang sedang berada di Masjid. Tapi karena tidak ketemu makanya si lisa ini kembali pulang dan meninggalkan rumahnya, karena dia lupa rumahnya berada dimana jadinya dia kebingungan ingin pulang kemana.

Tidak adanya Roni dirumah dan Lisa yang kebingungan mencari arah jalan pulang, si Doni justru masih bermain judi kelerang di deketa rumahnya yang padahal tidak jauh dari Masjid. Ini sangat disyangkan dengan sikap doni yang tidak mau tahu apa yang sedang terjadi disekitarnya karena yang dia tahu adalah bersenang senang bermain. Judi kelereng sendiri Doni memang juaranya dengan sudah mendapatkan ratusan kelereng yang sampai dia taruh di dalam karung di dalam rumahnya, seharusnya dia sudah bisa buat museum kelereng didalam rumahnya untuk mendapatkan apa yang jauh lebih banyak dari yang dia inginkan. Pernah juga akan dibuang oleh sang ibu tapi doni bisa mengawasinya dan melihat gerak gerik ibunya sehingga gagal sudah ekspedisi pembuangan kelereng itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *