Terbukti Ratu Atut Mendapatkan Vonis 5,5 Tahun Penjara

Vonis Ratu Atut – Eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah divonis 5 th. 6 bulan dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. Ratu Atut terbukti melaksanakan tindakan korupsi bersama mengatur sistem penganggaran pengadaan alkes Banten dan membuat kerugian negara sebesar Rp 79 miliar.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan memastikan bersalah melaksanakan tindak pidana korupsi,” ujar hakim ketua Mashud membacakan amar putusan didalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).

Dalam pertimbangannya majelis hakim menyebut Atut terbukti memperkaya dirinya sebanyak Rp 3,8 miliar dan memperkaya adiknya Tubagus Chaeri Wardhana Rp 50 miliar. Dari sumber berita politik yang dikutip dari arah.com

“Rp 2 miliar dipotong ongkos keterlambatan penyelenggara senilai prosentase Rp 957 juta maka jumlah pembayaran yang diterima Baharuddin lewat Tri Rp 1,4 miliar, dan masih terkandung Rp 50 miliar yang merupakan anggota keuntungan Tubagus Chaeri Wardhana,” kata hakim.

“Terdakwa udah terima duwit 2,5 % didalam sistem rencana pengadaan alkes yaitu sejumlah Rp 3,8 miliar,” kata hakim.

Sebagai Gubernur Banten, Atut terbukti melaksanakan melaksanakan pergantian anggaran APBD dan APBDP th. anggaran 2012 untuk pengadaan alkes. Atut termasuk diketahui terima fee 2,5 % berasal dari pergantian anggaran alkes RS Rujukan selanjutnya dan membuat kerugian sebesar Rp 79 miliar.

“Menyetujui pengaturan pelaksanaan pelelangan anggaran pada pengadaan alkes pada RS Rujukan Provinsi Banten bersama pihak-pihak tertentu,” ujar hakim.

“Menyetujui pembelian pada pihak lain agar mengundang kerugian negara. Akibat penyalahgunaan anggaran membuat sistem HPS sistem perencanaan, dan pelelangan alkes pada th. anggaran 2012 membuat kerugian negara sejumlah Rp 79 miliar,” tambah hakim.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebut perihal yang memberatkan Atut yaitu tidak menolong program pemerintah didalam perihal pemberantasan korupsi. Sementara perihal yang meringankaan Atut mengakui perbuatannya dan berlaku sopan selama di persidangan.

“Tidak menolong program pemerintah memberantas korupsi. Sementara perihal yang meringankan terdakwa berlaku baik selama di persidangan, mengakui kekeliruan dan udah mengembalikan duwit Rp 3,8 miliar ke negara” kata hakim.

Atas perbuatannya Atut terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 jo Pasal 12 huruf e UU 31 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *